KIDUNG HITAM PUTIH II
Syair sang pujangga membuat kau teguh dengan kain rajutmu
Kepastian memiliki siputih begitu yakin kau teriakkan dijagad raya ini
Tiga purnama kau ikrar dengan kain putihmu untuk mengayuh gelombang hidup yang pasti
Berbagai tantangan datang silih berganti
Kau dekap erat siputih agar ia tak terbang kearah yang tak tentu tujuan
Kau libatkan siputih dilehermu untuk sebuah kepastian tak semu
Riang sang penari gadis perajut bertambah gemulai dengan sebuah kepastian
dari siputih untuk menjawab tantangan selama tiga purnama
Datangnya temaram malam membuat khusyu’ sang gadis perajut tertegun
menerawang tembus ruang dan waktu
Dalam cakrawala itu ia melihat pemberi hidup memberi restu
Sang gadis perajut dalam mewujudkan tiga malam bulan purnama
Untuk itu kau harus tabah menghadapi gelombang tiga malam purnama
Dimana sang perestu memberi berbagai cobaan
dengan rintangan yang sesuai dengan kemampuanmu
Gadis perajut tertegun akan cobaan yang nantinya melanda
Gemericik sungai firdaus akan menjadi sahabat erat untuk tempat bertanya
dalam masa penantian tiga bulan purnama
Do’a para Brahmana dan para Sufi mengiringi langkah-langkah sang gadis perajut
Ia tahu pasti do’a seorang Brahmana dan para sufi akan didengar
oleh perestu alam yang maha tinggi,Agung dan Pengasih



