:::: keluarga sakinah dan uniek ..::::

April 15, 2007

KIDUNG HITAM PUTIH

Filed under: puisi

Sepintal benang dengan dua warna yang akan kau urai dengan lentik jemarimu.

Disaat kau hendak menenunnya menjadi sebuah kain.

Kain yang kelak sebagai teman yang bersahabat disaat kau membutuhkan.

Kusutnya sepintal benang dengan dua warna.

Membuat lentik jemarimu terluka oleh tajamnya benang yang hendak kau rajut.

Luka yang terbuka semakin menambah cakrawala.

Fenomena yang ada untuk berfikir mana benang yang pantas kau jadikan sebuah kain bersahabat.

Jika si putih yang kau pilih dari rangkaian benang yang ada untuk kau tenun menjadi kain bersahabat.

Berusahalah dengan keras tanpa mengenal lelah, sebab si putih telah berbaur dengan si hitam.

Dan si hitam seakan enggan memisahkan diri dengan si putih.

Ketabahanmu akan teruji, tawakkal akan bukti jika kau mampu membuat siputih menjadi sebuah kain yang akan mempunyai arti dalam yang hakiki.

Orang akan mencibir iri, jika kau mampu merajut si putih menjadi kain teman mimpimu, sang satria dan pujangga akan menjaga dan membuat sair yang indah dari jerih lelahmu.

Sang Agung nan Perkasa akan menjadi perestu utama untuk menggores tinta emas dalam takdir yang nyata.

Ia goreskan tinta emas diatas kain yang suci dalam perjalanan hidupmu yang tak abadi.

Mampukah kau menjaga kain putihmu, atau kau akan merubah menjadi warna lain dengan segala sihirmu.

Sang Perkasalah yang tahu sebab Ia lebih tahu dari siapapun

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://madida.blogsome.com/2007/04/15/kidung-hitam-putih/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.