:::: keluarga sakinah dan uniek ..::::

September 23, 2007

hikmah ramadan

Filed under: al hikmah

Ramadhan biasanya dijadikan momen utk melenyapkan aspek2 negatif dari dalam diri. Ragam perihal2 negatif ini sdr tyt lebih dari sekedar sifat2 yang udah jelas buruk dan dilarang oleh agama. Termasuk juga di sini adl kebiasaan2 yang scr samar bisa mendatangkan emosi negatif hingga citra diri negatif. Ini bukan yg terkait dg kebiasaan2 yg merugikan orang lain, melainkan diri sendiri.

Negative Word Expression
Ramadhan ini kita ngelatih diri biar ndak gampang marah kan. Gimana? Salah satu cara efektif adl dengan memilih dg cermat kata2 yang kita gunakan utk mengekspresikan emosi -semisal marah- dan lalu temukan kata alternatif yang bisa mbikin kita berada dlm suasana yg lebih kondusif.

Contoh; alih2 bilang. “Jangk***, muangkel banget aku”, maka bilang aja,”Juambu monyet, gringgingen aku” atau “Bayem, semriwing banget aku”. Coba deh rasakan sendiri pengaruhnya. Cara ini efektif utk menurunkan intensitas emosi dan bahkan malah membuat geli, jika kita pintar2 memilih kata :-)
Jambu Monyet
Setiap kata membawa kita pada asosiasi -entah visual atau perasaan- tertentu. Memilih dg cermat kata2 yang kita gunakan utk merepresentasikan emosi amatlah membantu kita dlm menempatkan diri dalam sikap yg lebih bijak.

Negative Mind Reading
mind readingKadang kita sok teu ama apa2 yang dipikirkan orang lain atas diri kita. Pokoknya mikir macem2 deh, “Dia marah paling ama aku”, “Dia nggak suka paling ma aku”, “Duh, pasti dia nggak suka ma proposalku” atau apalah yang lain. Iya klo kita dah punya kemampuan blink yang handal (yang mana itu butuh latihan & pengalaman). Tapi gawatnya klo kebanyakan itu sekedar asumsi, dan kenegatifan asumsi itu bisa mempengaruhi perilaku dan performa tindakan kita. Sama seperti untuk kebiasaan negatif di bawah ini, yang kita dapatkan biasanya adalah self fullfiling prophecy

Negative Labelling
curigaLabeling adalah memberikan label kontraproduktif pada diri sendiri (dan orang lain). Klo nyebut diri sendiri dg si gundul, si bau-badan, si ketombean sih masih ndak pati berbahaya (itu jujur kan :mrgreen: ). Yang bahaya tu klo nyebut diri dg si-pikiran-lemot, si-stamina-siput, si-jorok, si-dodol, atau bahkan si-alan.

Pikiran bawah sadar kita akan berusaha konsisten dg label2 yang kita kenakan pada diri sendiri. Klo kita dah kadung sebut diri dg si-pikiran-lemot, diri ini malah akan merasa bersalah klo pada saat tertentu tampil cerdas & gemilang. Hal ini berlaku utk semua model sebutan.adore

Klo emg kita lagi bego, adalah lebih baik klo kita bilang “Tindakanku kemaren bego” ketimbang “Aku ini bego”. Yang bego tu tindakan kita, bukan orangnya.

Yang saya anggap nyambung dg menilai diri scr negatif adl Penilaian Bablas/Berlebihan. Hal ini biasanya dilakukan dg melakukan hiperbola scr mutlak dalam mengevaluasi diri. Contohnya klo spt ini lho;
surender

    Semua orang membenci aku.
    Temen-temenku (blas) nggak pernah ndengerin aku.
    Mbuh aku mati urip, nggak ada yang peduli.
    Aku nggak kan bakal naik gaji.
    Doaku ndak pernah dikabulkan. [Byeh!]

Dalam kenyataannya, jarang sekali ada hal2 yang sifatnya always atau never. Ketika kita gunakan kata2 pemutlakan gitu, biasanya kita salah. Coba aja deh dicermati.
too sad
Penelitian menyebutkan bahwa kita berbicara kpd diri sendiri sebanyak 50.000 kali setiap harinya. Kebanyakan self-talk itu adl tentang diri sendiri. Dari dari penelitian yang lain dari para psikolog, dikatakan paling tidak 80% dari self-talk itu bersifat negatif.

You are today where your thoughts have brought you; you will be tomorrow where your thought take you.

Sehingga adl PR masing2 pribadi kita utk handle this issue with care.
bye bye
Kunci dalam menangani negative mindset adalah dg menyadari bahwa kitalah yang berkuasa dlm mendengarkan dan menyepakati segala bentuk buah pikiran kita. Hanya karena kita mendengar dan memikirkannya, bukan berarti itu benar.

[dari:bintangtauladan]

September 14, 2007

AKU INGIN MENDEKAPMU

Filed under: puisi

Aku ingin mendekapmu karena aku ingin memberi kekuatan
yang tak sanggup kuucapkan dengan kata-kata apapun
aku ingin mendekapmu karena telah kusaksikan banyak airmata
mengalir dari pelupuk indahmu yang kulihat dengan hati bergetar

aku ingin mendekapmu karena aku ingin berjalan bersamamu
dalam menempuh liku hidup dengan tangan bergandeng
aku ingin mendekapmu karena aku ingin kamu menangis didadaku
kala hati dan pikiran jadi sesak tak menemukan jalan-jalan terang

aku ingin mendekapmu karena aku tak punya bahasa lain
untuk bicara tulus bahwa aku sungguh sayang padamu
aku ingin mendekapmu karena tak mampu kulukiskan
betapa ingin aku berbagi hidup dan kau jadi belahan diriku

monkey 

aku ingin mendekapmu karena aku ingin membisikkan kata-kata lembut
"Aku selalu ada untuk mu, kau tidak akan pernah sendiri dan sunyi,
dan tak akan kubiarkan hatimu gentar."
aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengusap rambutmu
dan kuhirup wangi hati yang memberiku kelegaan

aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengecup kening selamat bobo
agar kau tidur dengan damai dan wajah senyum
aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengecup kelopak matamu
membuatmu terpejam dalam kehangatan agar bahagia datang memenuhi dadamu

aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengecup pipimu
dan membiarkannya bersemu merah dengan mata berbinar dan wajah tersipu
aku ingin mendekapmu karena kau sungguh berarti
membuat hatiku hangat dan ringan penuh syukur tak terkira

…karena itu izinkanlah aku mendekapmu
dengan tangan gemetar karena haru
dan dada berdebar karena bahagia 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer