CORDOVA
Cordova…oh…Cordova…
Istana singa telah jadi museum
Mesjid Abdurrahman tinggal puing-puing
Universitas castilia telah jadi biara
Semua…semua kegemilangan telah lenyap
Tuan tahu mengapa ini bisa terjadi…
Ini terjadi akibat perpecahan…
Perpecahan pemimpin Islam

Kini tinggal kisah…kisah Andalusia
Segagah Islamiyah hanya satu…satu bukan dua
Yaitu bersatu…sekali lagi bersatu
TAUHID…IJTIHAD…
Kami tidak ingin Indonesia menjadi andalusia
Penuh kisah biadabil ambisius
Menggadai-gadaikan umat pada segelintir pedagang
Mengkotak-kotakkan umat berfirqah-firqah
Lalu mengadu mereka penaka domba

Aku rindu pada binaan rumah tangga Islam Indonesia
Satu Ukhuwah…Satu Shaff…Satu Komando…Satu cita-cita
Pembawa Nama ALLOH yang kekal dalam sejarah
Hidup Persatuan Muslim…Hidup Persaudaraan Muslim
LAILAHAILLALLAH…MUHAMMADURRASULULLAH





Puisi pernah saya bacakan dalam PORSENI se Kabupaten waktu itu saya masih SMP
dan Alhamdulillah saya menjadi juara pertama pada waktu itu.
Comment by Azis Khani — February 1, 2008 @ 8:33 am
Alhamdulillah dan selamat tuk Kakak Azis Khani, terima kasih sudah mampir
keblogku. Puisi Cordova karya Yunan Helmi Nasution itu aku juga sering bawakan
kebetulan aku diberikan puisi itu ketika SD, aku juga pernah juara puisi
tingkat DKI jakarta tapi sayang pas tingkat nasional aku kalah,jangan kapok berkunjung
kesini ya….. kalau kamu punya puisi yg ok boleh tuh aku dikirimin,aku tunggu….
Comment by Frida — February 4, 2008 @ 10:09 am
nE pUiSi pRnAh eQ bCa’N dI P’rAyAaN iSrA mI’rAj, ‘N PrNh w BcA’N D prLMbA’N, cUzZ……….. pUiSi nE TuCh KeREN BaNGet
Comment by EkA.pRiStYaWaTi — September 4, 2009 @ 9:09 am