CINTA ADALAH…
… Bagaikan lampu; perlu diisi dengan minyak dari hati seseorang, jika tidak, cahayanya akan meredup.
… Bagaikan api; tetapi apabila ia menghangatkan hatimu atau menghanguskan rumahmu, kau tak pernah bisa mengatakannya.
… Bagaikan kupu-kupu; ia pergi kemana ia suka dan ia bersuka kemana ia pergi.
… Bagaikan selembar karya seni; bahkan yang paling kecilpun dapat begitu indah.
… Bagaikan selembar kanvas yang dihiasi keindahan panorama alam dan bersulamkan benang-benang imajinasi.

… Bagaikan matahari yang muncul dari awan-awan dan menghangati jiwa kita.
… Satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi sahabat.
… Wajah kehidupan, topeng kematian, awal mula penciptaan dan peniup napas kehidupan.
… Rasa dahaga untuk berhubungan erat, bukan sekedar perasaan, namun jiwa seutuhnya.
… Sebuah pergumulan, sebuah peperangan, sesuatu yang senantiasa tumbuh dan berkembang.
… Perhatian yang penuh pada kehidupan dan pertumbuhan orang yang sangat kita kasihi.
… Bagaikan melihat hantu, kita semua membicarakannya, tapi hanya segelintir orang yang pernah menjumpainya.
… Lambang keabadian; ia menyatukan semua tujuan waktu.
… Sesuatu yang menakjubkan, kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk diberikan kepada orang lain, kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan kepada orang lain.
… Ekspresi kesederhanaan dalam emosi, kerinduan yang tak tergapai yang muncul begitu tiba-tiba.
… Segala yang kita miliki, satu-satunya jalan untuk saling menolong.
… Keinginan tak tertahankan yang diinginkan begitu tak tertahankan.
… Kekuatan yang menyembuhkan jiwa dan menghiburkan hati.
… Keadaan yang mencemburukan namun tidak mengenal dengki atau kejahatan, hanya empati dan kerinduan untuk menjadi lebih besar daripada dirinya sendiri.
… Sesuatu yang abadi; rupa mungkin berubah, tetapi bukan hakekatnya.
… Sebuah tanda dari langit bahwa kamu ada disini untuk satu alasan.
… Sebuah keputusan, bukan emosi atau perasaan, bahwa jika dibuat dari hati dia akan mengalahkan segalanya.
… Apa yang membuat lelaki lemah menjadi berani dan seorang raja melepaskan mahkotanya.




Aslkm.
Cinta sejati adlah Mencintai Sang Maha Pecinta.
Comment by olangbiacaa — April 15, 2008 @ 9:45 am
Cinta yang agung adalah Cinta yang senantiasa menjaga kesucian lahir dan bathin.
Comment by Imron — April 17, 2008 @ 11:13 pm
biarkan ku merasa
mencintai Sang Pemlik Cinta Sejati
Comment by achoey — April 24, 2008 @ 2:21 am
Terima kasih Kak Alex, Kak Imron dan Kak Achoey atas silaturrahimnya.
Memang seluruh jiwa raga, cinta dan semua yang kita miliki hendaknya
ditujukan hanya untuk Allah SWT. Sang Maha Pecinta
Comment by Frida — May 5, 2008 @ 7:33 am
SANG PENAKLUK
I
KETIKA AKU INGIN KAU MENCINTAIKU
AKU malah BERTANYA,
APAKAH SEBENARNYA AKU CINTA KAU?
II
Ketika aku bahagia
Karena aku menemukanmu
Aku bertanya,
Apakah selama ini kau hilang dariku?
III
Ternyata kau mencintaiku tanpa harus aku minta
Ternyata kau tidak sedetikpun dari wujudku pernah sirna
Ternyata aku yang tidak bisa lepas dari cintamu
Ternyata kau yang selalu meliputiku
Aku dan penyerahanku
Kamu dengan Kemahapenaklukan-Mu.
Comment by Choby — May 8, 2008 @ 11:44 am
Subhanallah… Puisi yang sangat indah dan menggetarkan hati. Terima kasih kiriman puisinya Kak Chobyrin.
Comment by Frida — May 8, 2008 @ 1:06 pm
Asalamu’alaikum WR,WB
kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai (CIN DUN)..jadi cinta itu mutlak (CIN SAM)(apanya hayoo yang mutlak)..
BERSAMBUNG
Comment by K 351 T — August 3, 2008 @ 7:15 pm
Wa’alaikumussalam wr.wb.mungkin hakikatnya yg mutlak.
akhi K 351 T seperti sinetron aza bersambung…
Comment by Frida — August 4, 2008 @ 4:44 am